Pasang iklan

Mengaku Dekat dengan Anggota Tim Saber Pungli, Oknum Wartawan Peras Kades dan Kepsek Hingga Puluhan Juta

Gema.id – Mengaku dekat dengan tim saber pungli, oknum wartawan di Karawang peras kades dan kepala sekolah hingga puluhan juga. Pria berinisial AI ini kerap beroperasi dengan mengendarai mobil di sekitar sekolah dan desa.

Diketahuinya pemerasan dengan mendompleng nama Saber Pungli Karawang tersebut berawal dari konfirmasi salah seorang Kepala Sekolah di Karawang Utara. Kepsek tersebut mengkonfirmasi langsung kepada salah satu Anggota Tim Saber Pungli Karawang setelah AI melakukan aksinya.

Beruntung aksi pemerasan onkum wartawan online (AI) tersebut dapat digagalkan, puluhan juta uang yang diminta sebelumnya tidak jadi disetor kepsek salah satu sekolah di wilayah Karawang Utara tersebut.

Sebelumnya salah seorang kepala desa mengaku telah diperas hingga belasan juga oleh AI.

“Saya sudah pernah diperas belasan juta ke oknum wartawan itu. Pernah saya sampaikan ke Kades lainnya, banyak juga ternyata teman sejawat saya yang jadi korban, diperas sama dia”

ungkap Kades (korban) yang tidak mau disebutkan namanya, pada minggu (11/8/2019).

Di kesempatan yang lain, Kompol Ryky Widya Muharam, Pimpinan Satgas Pungli Karawang menyampaikan agar semua pihak dapat selalu waspada terhadap oknum yang melakukan pemerasan mengatasnamakan Tim Saber Pungli.

“Kami berharap kerjasama semua pihak untuk segera melaporkan jika ada yang melakukan pemerasan atau aksi-aksi serupa lainnya dengan mengatasnamakan Satgas Saber Pungli” 

ungkap Ryky, Pimpinan Tim Saber Pungli yang juga Wakapolres Karawang

Aksi pemerasan oleh oknum yang mengaku dekat dengan pejabat berwenang adalah kecurangan yang umum didengar ditengah masyarakat. Oknum pelaku biasanya mengancam sembari seolah-olah akan menelpon dan melaporkan kelemahan targetnya.

Pungutan Liar (pungli) tersebut dilakukan dengan menekan target menggunakan kelemahan yang didapatkan. Mengaku dekat dengan Tim Saber Pungli hanyalah bumbu yang biasa ditambahkan untuk memperkuat tekanan. Rekayasa tersebut bertujuan agar oknum pelaku pemerasan tersebut dapat bebas memenuhi keinginannya dengan menekan korban.

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)